![]() | |
Saturday, 9 September Loves: pizza, nailcutter, novels, anything black and mint, spice of black pepper, saturday, silence. Hates: clown, pinneapple, comics, yellow, spice of chili, fishy things, insomnia. Oh, and LARON, whatever it fking-named.
|
|
Layout: vehemency |
|
|
I just want to hear 'Sorry' from you... only...
Saturday, 17 January 2009, 12:18:00
So, this is the person called 'a melancholic'.Hmm... How can I tell it to you? Akhir-akhir ini gw sering banget 'down mood', walaupun gw gak mau mengakui gw sedang dalam keadaan nyatanya. Yah, gw rada males aja nulis-nulis kata berbau 'bad mood' 'bete', a bit ordinary, you know ;)) Padahal aslinya gw seperti itu :| Dan ternyata gak enak juga jadi orang yang demen melkon-melkon kayak gini. Tiap hari kerjaannya merenung, mikir 'gw ngapain sih di sini?', dan mikir hal-hal tentang perasaan gw yang sekalipun gw tau itu samasekali GAK BERGUNA, karena kesannya gw udah terlalu 'dewasa' untuk mikir yang begituan—dan gw benci ada yang beranggapan seperti itu ke gw, seriously. Racauan pertama, meskipun gw gak mau mengungkit masalah umur gw—yah, you know it—tapi itu BUKAN berarti gw mau sifat gw disamain dengan orang-orang yang berada di atas gw. Hahaha, and back to the story where I began. Yang jelas minggu ini gw sedang berada dalam masa-masa yang 'panas'. Karena gw baru sadar akan sesuatu yang ngebuat gw seakan-akan tertohok (duh lebay) dengan orang-orang yang berada di sekitar gw. Why do people against me so much? Why do people hate me so much? Why do people DON'T CARE about me so much? Dan payahnya gw cuma bisa diam memikirkannya. Abis gw mau gimana? Say 'HELLO, I'M HERE, PEOPLE!' or 'Can you give your little attention to me?'. Hahaha, silly. Contoh kasusnya si Zea: Friends: *meninggalkan Zea* Untuk Zea yang tipe melkonnya sama kayak gw mungkin akan speechless bila temen-temennya ngomong kayak gitu. Masalahnya, untuk tipe melkon seperti kita ini, hm... Kita haus akan kepedulian, tapi samasekali gak mau ngemis untuk mendapatkannya, walaupun keadaannya udah seburuk apapun (kita refers to orang-orang yang tipe melkonnya sama kayak gw, hahaha). Sama halnya seperti pertolongan, jika kita kesusahan, maka kita akan membiarkan orang lain melihat kita dan mencoba untuk menolong kita tanpa samasekali meminta mereka untuk membantu kita. I know... it kinda... maksa. But that just the way we roll *credited: Jonas Brothers* Talitha: *lirik ke meja makan, ngiler, dan sudah membayangkan betapa nikmatnya makan tumis jagung kesukaan dan ayam goreng* Okay, I know, bagian yang satu itu jangan ditiru. Pertama, gw durhaka sama orang tua. Kedua, gw gak mensyukuri nikmat yang ada T_T Yah, bagaimana, gw udah terlanjur down mood. Gw paling kesel kalo rencananya udah dibuat seindah mungkin, eh langsung dirusak oleh satu HAL KECILpun. Makanya gw gak heran kalo sering banget kesel cuma gara-gara hal sepele, salah satunya tadi. Dan sesaat gw berpikir pada saat itu, sekalipun nasi dan tumis jagungnya tiba-tiba muncul dalam keadaan utuh, gwpun bakal ogah makan. Apalagi dengan keadaan ayah gw yang pada saat itu menghampiri kamar gw dan terus berbicara soal nasi—dan menganggap gw sedang ngambek. Oh well, dan apakah yang satu ini OOT? Maklumilah, golongan darah O. Tapi kiranya intinya sama. A: Eh, lagi ngapain? Yak, contoh kasus itu gak 'beneran' terjadi sama gw (iyalah, secara gw jadi panitia dipilih murni gitu B-) *ditabok*). Tapi secara gak langsung menyerupai kisah gw, di mana gw menjadi si A (tentu sajalah, hohoho). Dan keselnya, ketika gw marah (yang sekalipun akan hal sepele, sekali lagi), gw gak bener-bener meluapkan amarah gw. Gw akan diam kalo gw marah, dan bisa jadi kalo gw sedang diam = gw sedang marah. Dan tidak menggunakan emoticon, jika itu berlaku pada networld gw. Gw sendiri gak tau apa yang harus dilakuin bila marah, dan itu yang ngebuat gw sedih. Ngome-ngomel? Bentak-bentak orang? Merangkai kata di buku harian? No, no, it's not meh. Dan semarah-marahnya gw ke orang lain, gw gak akan marah beneran, malah gw berusaha menyamarkan kemarahan gw dengan mengatakan bahwa gw tidak apa-apa --a Asalkan ada yang meminta maaf, gw akan lega walaupun belum tentu sepenuhnya rela *halah* Daripada si itu tuh, manusia absen 35 yang udah tau gw marah, tapi malah masih ngejekin gw -_-; Sayang gw terlalu sabar.... maklum, Saturday-borned =)) Jah, jadi narsis gini gw. Tapi kalo dipikir-pikir, kalo Zea yang mengalami hal seperti ini... hm... Sudahlah. Yang berlalu biar saja berlalu. Dari racauan melkon yang maksa, down mood, sampe ka marah.Toh dengan adanya post seperti ini gw tetep aja dianggap nothing sama yang lain --a It's okay, yang jelas gw bisa meluapin semua perasaan gw selama ini -_- Tepatnya, minggu ini. Labels: closed, networld, realworld |
|